BIOLOGI SMK SEMESTER VI

Standar Kompetensi I   : Mendiskripsikan komponen lingkungan dan interaksi antar

komponen dalam lingkungan

 

LINGKUNGAN HIDUP

Lingkungan Hidup adalah suatu kesatuan hidup antara kondisi fisik yang mencakup keadaan sumber daya alam seperti tanahairenergi suryamineral, serta flora dan fauna yang tumbuh di atas tanah maupun di dalam lautan, dengan kelembagaan yang meliputi ciptaan manusia seperti keputusan bagaimana menggunakan lingkungan fisik tersebut. Ekosistem adalah suatu sistem ekologi yang terbentuk oleh hubungan timbal balik antara mahkluk hidup dengan lingkungannya. Ekosistem bisa dikatakan juga suatu tatanan kesatuan secara utuh dan menyeluruh antara segenap unsur lingkungan hidup yang saling mempengaruhi. Ekosistem merupakan suatu interaksi yang kompleks dan memiliki penyusun yang beragam. Di bumi ada bermacam-macam ekosistem. Komponen-komponen pembentuk ekosistem adalah komponen hidup ( biotic ) dan komponen tak hidup ( abiotik ).

 

v Komponen Lingkungan Biotik

Komponen biotik adalah komponen lingkungan yang terdiri atas makhluk hidup. Pada pokoknya makhluk hidup dapat digolngkan berdasarkan jenis-jenis tertentu, misalnya golongan manusia, hewan dan tumbuhan[1]. Makhluk hidup berdasarkan ukurannya digolongkan menjadi mikroorganisme dan makroorganisme. Manusia merupakan faktor biotik yang mempunyai pengaruh terkuat di bumi ini, baik dalam pengaruh memusnahkan dan melipatkan, atau mempercepat penyebaran hewan dan tumbuhan. Berdasarkan peran dan fungsinya, makhluk hidup dibedakan menjadi tiga macam, yaitu:

  • Produsen adalah makhluk hidup yang mampu mengubah zat anorganik menjadi zat organik (organisme autotrof). Proses tersebut hanya bisa dilakukan oleh tumbuhan yang berklorofil dengan cara fotosintesis. Contoh produsen adalah algalumut dan tumbuhan hijau.
  • Konsumer adalah organisme heterotrof yang tidak bisa membuat makanannya sendiri dan tergantung kepada organisme lain, baik yang bersifat heterotrof maupun yang autotrof. Konsumer biasanya merupakan hewan. Hewan yang memakan tumbuhan secara langsung (herbivora) dinamakan konsumer primer. Hewan yang memakan konsumer primer dinamakan konsumer II dan seterusnya sehingga terbentuk suatu rantai makanan. Konsumer terakhir disebut konsumer puncak. Contoh konsumer puncak adalah manusia.
  • Dekomposer adalah organisme yang menguraikan bahan organik menjadi anorganik untuk kemudian digunakan oleh produsen. Dekomposer dapat disebut juga sebagai organisme detritivor atau pemakan bangkai. Contoh organisme dekomposer adalah bakteri pembusuk dan jamur.

 

v Komponen Lingkungan Abiotic

Abiotik adalah istilah yang biasanya digunakan untuk menyebut sesuatu yang tidak hidup (benda-benda mati). Komponen abiotik merupakan komponen penyusun ekosistem yang terdiri dari benda-benda tak hidup. Secara terperinci, komponen abiotik merupakan keadaan fisik dan kimia di sekitar organisme yang menjadi medium dan substrat untuk menunjang berlangsungnya kehidupan organisme tersebut.Beberapa contoh komponen abiotik adalah airudaracahaya mataharitanahtopografi ,dan iklim.

 

v Interaksi dalam Ekosistem

Dalam ekosistem pasti ada interaksi atau hubungan timbal balik antara komponen yang satu dengan komponen yang lain. Interaksi yang ada bisa berupa interaksi yang saling menguntungkan, merugikan atau tidak berpengaruh terhadap satu dengan yang lainnya. Jenis-jenis interaksi tersebut, antara lain:

  1. Interaksi antar organisme

Semua makhluk hidup selalu bergantung kepada makhluk hidup yang lain. Tiap individu akan selalu berhubungan dengan individu lain yang sejenis atau lain jenis, baik individu dalam satu populasinya atau individu-individu dari populasi lain. Interaksi demikian banyak kita lihat di sekitar kita. Interaksi antar organisme dalam komunitas ada yang sangat erat dan ada yang kurang erat. Interaksi antarorganisme dapat dikategorikan sebagai berikut :

  1. Simbiosis mutualisme adalah interaksi antarorganisme yang saling menguntungkan. Contoh: kupu-kupu dengan tanaman berbunga.
  2. Simbiosis parasitisme adalah interaksi antarorganisme yang saling nmerugikan. Contoh: benda dengan tanaman inangnya.
  3. Simbiosis komensalisme adalah interaksi antarorganisme yang satu diuntungkan dan yang lain tidak dirugikan. Contoh: tanaman anggrek dengan pohon yang ditumpanginya.
  4. Netralisme adalah interaksi antarindividu yang saling lepas atau tidak saling memengaruhi. Contoh: kambing dengan kucing.
  5. Predatorisme/Predasi adalah interaksi antarorganisme, di mana yang satu memakan yang lain. Contoh: harimau dengan rusa.
    1. Interaksi Antar populasi

Antara populasi yang satu dengan populasi lain selalu terjadi interaksi secara langsung atau tidak langsung dalam komunitasnya.Contoh interaksi antarpopulasi adalah sebagai berikut :

  1. Alelopati yaitu interaksi antar organisme yang keberadaan salah satu organisme dapat menghambat pertumbuhan organism lainnya melalui pelepasan racun. Contoh : Tanaman pinus.
  2. Kompetisi adalah jenis interaksi antarorganisme yang saling bersaing untuk bisa bertahan hidup. Contoh: tanaman padi dengan gulma.
    1. Interaksi Antar Komunitas

Komunitas adalah kumpulan populasi yang berbeda di suatu daerah yang sama dan saling berinteraksi. Contoh komunitas, misalnya komunitas sawah dan sungai. Komunitas sawah disusun oleh bermacam-macam organisme, misalnya padi, belalang, burung, ular, dan gulma. Komunitas sungai terdiri dari ikan, ganggang, zooplankton, fitoplankton, dan dekomposer. Dalam suatu komunitas terdapat populasi tumbuhan hijau sebagai produsen dan populasi hewan sebagai konsumen, serta populasi bakteri dan fungi saproba sebagai pengurai. Interaksi dalam komunitas dapt terjadi antarpopulasi dalam suatu spesies atau antar populasi dalam spesiies yang berbeda. Tujuan mempelajari interaksi yang terjadi pada berbagai organisasi kehidupan adalah agar kita dapat bersikap lebih bijaksana terhadap lingkungan yang berada disekitar kita. sikap tersebut antara lain :

  • Menggunakan metode pengendalian secara biologi dalam pemberantasan hama
  • Melakukan penanaman secara tumpang sari
  • Memperhitungkan daya dukung dalam rangka pengoptimalan produksi
  • Menjaga keselarasan didalam ekosistem, dengan demikian keseimbangan ekosistem tetap terjaga
  1. Interaksi Antar komponen Biotik dengan Abiotik

Interaksi antara komponen biotik dengan abiotik membentuk ekosistem. Hubunganantara organisme dengan lingkungannya menyebabkan terjadinya aliran energi dalam sistem itu. Selain aliran energi, di dalam ekosistem terdapat juga struktur atau tingkat trofik, keanekaragaman biotik, serta siklus materi. Dengan adanya interaksi-interaksi tersebut, suatu ekosistem dapat mempertahankan keseimbangannya. Pengaturan untuk menjamin terjadinya keseimbangan ini merupakan ciri khas suatu ekosistem. Apabila keseimbangan ini tidak diperoleh maka akan mendorong terjadinya dinamika perubahan ekosistem untuk mencapai keseimbangan baru.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Standar Kompetensi II : Memahami Pengaruh dan Peranan Manusia Dalam

Menjaga Keseimbangan Lingkungan

 

v PERUSAKAN DAN PELESTARIAN LINGKUNGAN

Masalah lingkungan adalah ulah manusia, dalam kegiatannya yang mengancam manusia dan lingkungan hidupnya. Masalah lingkungan hidup terjadi berurutan dari kegiatan manusia dan menyebabkan siklus permasalahan lingkungan yang berpanjangan. Masalah lingkungan wujudnya berupa kerusakan-kerusakan lingkungan yang terjadi. Bentuk-bentuk kerusakan lingkungan disebabkan oleh 2 macam penyebab yakni proses alam dan ulah manusia :

  1. 1.      Proses Alam

Ialah bentuk kerusakan lingkungan yang disebabkan oleh peristiwa-peristiwa yang terjadi secara alami dari alam . Contoh kerusakan lingkungan oleh alam antara lain adalah :

  1. Gunung meletus, merupakan peristiwa alam dimana gunung tersebut menyemburkan lava, lahar panas, pasir, batu, lumpur, dan debu ketika meletus. Tetapi dampak dari letusan gunung tersebutmembawa keuntungan antara lain : menyuburkan tanah, mememperluas lahan pertanian, letak mineral dekat demngan permukaan bumi, dan tempat wisata.
  2. Tanah Longsor , biasanya terjadi karena penebangan hutan yang sembarangan. Untuk mencegah tanah longsor perlu digalakan reboisasi.
  3. Gempa Bumi, ialah getaran yang terjadi akibat dari dalam bumi. Gempa tersebut menurut terjadinya ada tiga macam :
  • Gempa Vulkanis , karena letusan gunung berapi
  • Gempa tektonik , karena adanya patahan dan atau pergeseran lapisan batuan
  • Gempa runtuhan , karena tanah runtuh
  1. Erosi dan abrasi , proses pengikisan permukaan bumi oleh air dan air laut
  2. 2.      Kegiatan Manusia

Ialah kerusakan lingkungan yang disebabkan oleh ulah manusia itu sendiri. Manusia memanfaatkan lingkungan tanpa disadari dapat merugikan lingkungan hidup. Contoh kegiatan manusia yang menimbulkan kerusakan lingkungan alam adalah sebagai berikut :

  1. Sampah

Masalah sampah ini dapat membawa akibat berantai bagi pencemaran lingkunganberupa :

  • Bau busuk menggagu orang disekitarnya
  • Mempercepat terjangkitnya penyakit dan sumber penularan penyakit
  • Tersumbatnya got-got dan aliran air yang berakibat banjir
  • Dampak merusak kenyamanan dan keindahan kota
  1. Terkurasnya Flora dan Fauna

adalah suatu penciptaan kondisi keberadaan flora dan fauna menjadi langka. Hal ini disebabkan oleh terputusnya jaringan kehidupan. Kelangkaan flora dan fauna dapat dikawatirkan akan terjadi kepunahan. Yang akhirnya manusia pada generasi berikutnya sulit menemukan jenis flora dan fauna yang langka bahkan hanya tinggal legenda.

  1. Pencemaran

Percemaran atau polusi terjadi karena pertambahan penduduk yang pesat dan tidak ditopang dengan daya dukung lingkungan serta tidak memperhatikan kaidah pemanfaatan sumber daya alam yang berwawasan lingkungan hidup. Pencemaran tersebut terdiri dari pencemaran air, pencemaran udara, pencemaran tanah dan pencemaran suara.

  1. Tanah Kritis

Adalah merupakan kerusakan tanah karena produktivitas tanah sebagai tempat tumbuhnya tanaman akan menurun bahkan tidak berfungsi lagi. Akhirnya tanah menjadi tandus dan gersang serta tanaman tidak dapat tumbuh lagi dan menghasilkan sesuai dengan harapan manusia.

  1. Penyimpangan Iklim

Merupakan masalah kerusakan lingkungan terjadi kondisi dimana iklim telah bergeser atau berubah. Hal ini menimbulkan kecemasan dan ketakutan penghuninya terutama petani, nelayan, pelayaran dan penerbangan. Ramalan cuaca yang tidak akurat, timbulnya angin topan, kekeringan dan curah hujan yang berlebihan merupakan dampak pergeseran iklim.

  1. Hujan Asam

Hujan asam adalah hujan yang airnya tercemar oleh polutan (debu dan asap) dan korosit. Apabila hijan ini menimpa benda-benda yang mengadung besi atau metal maka akan mengalami keropos dan berkarat. Apabila menimpa manusia dan hewan akan mengalami terserang penyakit kulit dan pernapasan serta bila menimpa tanaman akan membuat pertumbuhannya kerdil dan menurunkan produktivitas tanaman tersebut. Hujan asam banyak terjadi di negara-negara industri maju dimana penetralisir hujan yakni hutan dan tanaman yang ada sangat sedikit atau berkurang.

  1. Menipisnya Ozon

Fungsi atmosfir antara lain sebagai pelindung bumi dari panasnya sinar ultra violet dan infra merah dari matahari , terutama lapisan ozon di atmosfir. Saat ini lapisan ozon di bumi telah menipis bahkan telah berlubang di kedua kutub bumi, sehingga sinar infra merah dapat menembus atmosfir bumi dan tidak dapat dipantulkan kembali. Yang akhirnya dapat menaikkan suhu bumi dan kondisi bumi semakin panas. Penyebab menipisnya ozon karena pemakaian gas CFC (Carbon Fluoro Oksida), Freon, Foem, Metanol sebagai imbas dari pemakaian AC, barang-barang busa dan plastik.

Beberapa usaha yang dilakukan untuk pelestarian lingkungan hidup antara lain yaitu sebagai berikut :

  1. Bidang Kehutanan

Kerusakan hutan yang semakin parah dan meluas, perlu diantisipasi dengan berbagai upaya. Beberapa usaha yang perlu dilakukan antara lain :

  1. Penebangan pohon dan penanaman kembali agar dilakukan dengan seimbang sehingga hutan tetap lestari.
  2. Memperketat pengawasan terhadap penebangan-penebangan liar, dan memberikan hukuman yang berat kepada mereka yang terlibat dalam kegiatan tersebut.
  3. Penebangan pohon harus dilakukan secara bijaksana. Pohon yang ditebang hendaknya yang besar dan tua agar pohon-pohon yang kecil dapat tumbuh subur kembali.
  4. Melakukan reboisasi (penanaman hutan kembali) pada kawasan-kawasan yang hutannya telah gundul, dan merehabilitasi kembali hutan-hutan yang telah rusak.
  5. Memperluas hutan lindung, taman nasional, dan sejenisnya sehingga fungsi hutan sebagai pengatur air, pencegah erosi, pengawetan tanah, tempat perlindungan flora dan fauna dapat tetap terpelihara dan lestari.
  6. Bidang Pertanian
    1. Mengubah sistem pertanian berladang (berpindah-pindah) menjadi pertanian menetap seperti sawah, perkebunan, tegalan, dan sebagainya.
    2. Pertanian yang dilakukan pada lahan tidak rata (curam), supaya dibuat teras-teras (sengkedan) sehingga bahaya erosi dapat diperkecil.
    3. Mengurangi penggunaan pestisida yang banyak digunakan untuk pemberantasan hama tanaman dengan cara memperbanyak predator (binatang pemakan) hama tanaman karena pemakaian pestisida dapat mencemarkan air dan tanah.
    4. Menemukan jenis-jenis tanaman yang tahan hama sehingga dengan demikian penggunaan pestisida dapat dihindarkan.
  7. Bidang Industri
    1. Limbah-limbah industri yang akan dibuang ke dalam tanah maupun perairan harus dinetralkan terlebih dahulu sehingga limbah yang dibuang tersebut telah bebas dari bahan-bahan pencemar. Oleh karena itu, setiap industri diwajibkan membuat pengolahan limbah industri.
    2. Untuk mengurangi pencemaran udara yang disebabkan oleh asap industri yang berasal dari pembakaran yang menghasilkan CO (Karbon monooksida) dan CO2 (karbon dioksida), diwajibkan melakukan penghijauan di lingkungan sekitarnya. Penghijauan yaitu menanami lahan atau halaman-halaman dengan tumbuhan hijau.
    3. Mengurangi pemakaian bahan bakar minyak bumi dengan sumber energi yang lebih ramah lingkungan seperti energi listrik yang dihasilkan PLTA, energi panas bumi, sinar matahari, dan sebagainya.
    4. Melakukan daur ulang (recycling) terhadap barang-barang bekas yang tidak terpakai seperti kertas, plastik, aluminium, best, dan sebagainya. Dengan demikian selain memanfaatkan limbah barang bekas, keperluan bahan baku yang biasanya diambil dari alam dapat dikurangi.
    5. Menciptakan teknologi yang hemat bahan bakar, dan ramah lingkungan.
    6. Menetapkan kawasan-kawasan industri yang jauh dari permukiman penduduk.
  8. Bidang Perairan
    1. Melarang pembuangan limbah rumah tangga, sampah-sampah, dan benda-benda lainnya ke sungai maupun laut karena sungai dan laut bukan tempat pembuangan sampah.
    2. Perlu dibuat aturan-aturan yang ketat untuk penggalian pasir di laut sehingga tidak merusak lingkungan perairan laut sekitarnya.
    3. Pengambilan karang di laut yang menjadi tempat berkembang biak ikan-ikan harus dilarang.
    4. Perlu dibuat aturan-aturan penangkapan ikan di sungai/laut seperti larangan penggunaan bom ikan, pemakaian pukat harimau di laut yang dapat menjaring ikan sampai sekecil-kecilnya, dan sebagainya.
  9. Flora dan Fauna

Untuk menjaga kepunahan flora dan fauna langka, beberapa langkah yang perlu dilakukan antara lain :

  1. Menghukum yang seberat-beratnya sesuai dengan undang-undang bagi mereka yang mengambil flora dan memburu fauna yang dilindungi.
  2. Menetapkan kawasan perlindungan bagi flora dan fauna langka seperti Taman Nasional, Cagar Alam, Suaka Marga Satwa, dan lain-lain.
  3. Perundang-undangan

Melaksanakan dengan konsekuen UU No. 23 Tahun 1997 tentang Pengelolaan Lingkungan Hidup, dan memberikan sanksi hukuman yang berat bagi pelanggar-pelanggar lingkungan hidup sesuai dengan tuntutan undang-undang.

 

JENIS POLUSI DAN LIMBAH

  1. POLUSI

Menurut UU RI no. 23 tahun 1997, pencemaran adalah masuknya atau dimasukkannya makhluk hidup, zat, energi, dan/atau komponen lain ke dalam lingkungan oleh kegiatan manusia sehingga kualitasnya turun sampai ke tingkat tertentu yang menyebabkan lingkungan tidak dapat berfungsi sesuai dengan peruntukannya. Macam-macam polusi :

  1. Polusi Udara

Polusi/pencemaran udara dapat ditimbulkan oleh polutan dari sumber-sumber alami atau oleh kegiatan manusia. Beberapa kelompok polutan/pencemar utama di udara adalah sebagai berikut :

  1. Materi partikulat

Materi partikulat terdiri atas berbagai partikel padat dan cair yang tersuspensi di udara. Materi partikulat berupa partikel padat yang biasanya disebut debu, sedangkan yang berupa partikel cair bisaanya disebut kabut. Contoh materi partikulat adalah :

                                                                    i.            Timbal

                                                                  ii.            Oksida Nitrogen (NO dan NO2)

Sumber utama oksida nitrogen adalah pembakaran bahan bakar dalam industri dan kendaraan bermotor.

                                                                iii.            Karbon oksida

Karbon oksida terdiri atas gas karbon monoksida (CO) dan karbon dioksida (CO2). Kedua gas ini tidak berbau, tidak berwarna, dan tidak berasa.

                                                                iv.            Hidrokarbon

Hidrokarbon adalah kelompok berbagai senyawa organik yang hanya mengandung hidrogen dan karbon.

                                                                  v.            Ozon

Ozon yang terdapat di lapisan stratosfer merupakan senyawa penting yang melindungi manusia dan makhluk hidup lain dari bahaya radiasi sinar UV matahari

                                                                vi.            Suara

Suara merambat di udara. Suara yang mengganggu dapat sebagai polutan di udara. Polusi yang disebabkan suara disebut polusi suara atau kebisingan. Polusi suara atau kebisingan adalah suara atau bunyi yang dapat mengganggu dan atau merusak pendengaran manusia dan hewan. Kebisingan dapat dibagi menjadi tiga macam, yaitu:

  • Kebisingan impulsive, yaitu kebisingan yang datangnya tidak terus-menerus, misalnya suara palu ketika orang memaku.
  • Kebisingan kontinyu, yaitu kebisingan yang datangnya secara terus-menerus dalam jangka waktu yang cukup lama, misalnya suara mesin yang dihidupkan.
  • Kebisingan semi kontinyu, yaitu kebisingan kontinyu yang hanya sekejap, kemudian hilang, tapi ada kemungkinan akan terulang, misalnya suara kereta api atau pesawat terbang yang lewat. Tingkat kebisingan dapat diukur dengan satuan pengukuran desibel (dB).

 

No

Tingkat kebisingan

dB

Contoh

1.

0

( Batas ambang dengar )

2.

Amat sangat tenang

10 – 20

Suara daun bergesek

3.

Sangat tenang

30 – 50

Suara orang bercakap normal

4.

Bising

60 – 70

Suara orang berteriak, suara pembersih vakum

5.

Sangat bising

80 – 90

Suara sirene, suara mesin diesel, suara mesin pengolah kapas, suara blender

6.

Menulikan

100 – 120

Suara pesawat jet, suara halilintar, suara mesin traktor, suara mesin tekstil, suara mesin pabrik baja

7.

Sangat menulikan

> 120

Suara mesin roket

 

Sumber-sumber polusi udara

Polusi udara dapat terjadi di luar ruangan (outdoor pollution) dan di dalam ruangan (indoor pollution). Polusi udara yang terdapat di luar ruangan dapat bersumber dari kegiatan manusia atau dari sumber alami, sedangkan polusi udara di dalam ruangan terutama bersumber dari kegiatan manusia. Berikut berbagai polutan di udara :

 

Jenis Polutan

Sumber

Sulfur oksida (gas dan partikulat)

Pembakaran bahan bakar industri, proses peleburan logam

Ozon

Reaksi fotokimia

timbal dan mangan

Kendaraan bermotor

Materi pertikulat, klorin, dan cadmium

Produk pembakaran berbagai bahan/zat buangan industri

Nitrogen oksida (NO dan NO2)

Pembakaran bahan bakar industri, bangunan pembangkit listrik, kompor gas, perapian, kebakaran hutan, tanah pertanian yang dipupuk berlebihan

Karbon monoksida dan karbon dioksida

Pembakaran bahan bakar industri dan kendaraan bermotor

Formaldehid

Asap rokok, dan perabot kayu

Asbes

Ubin, atap

Ammonia

Produk-produk pembersih

Hidrokarbon

Asap rokok, Pembakaran bahan bakar industri dan kendaraan bermotor

Para diklorobenzena

Penyegar/pengharum ruangan

 

  1. Polusi Air

Air merupakan bagian terbesar dari bumi, hamper 2/3 bagian bumi adalah air dan 1/3 bagian lainnya adalah daratan. Wujud air yang kita temui ada 3 yaitu:

  1. Padat: es batu, berada di daerah kutub.
  2. Cair: air. Air ini berada di danau, sungai, dalam tanah, laut
  3. Gas: uap air. Air ini berada di lapisan atmosfer

Sumber polusi air dibedakan menjadi sumber langsung dan sumber tidak langsung. Sumber langsung adalah sumber polusi yang membuang polutan di lokasi khusus melalui pipa, selokan, atau saluran pembuangan langsung menuju badan atau permukaan air. Sumber tidak langsung adalah sumber polusi yang asalnya dari area lahan luas atau partikel-partikel yang terbawa udara, yang mencemari air melalui aliran air atau pengendapan senyawa dari atmosfer. Beberapa kelompok polutan/pencemar utama di air adalah sebagai berikut :

  1. Agen penyebab penyakit

Agen penyebab penyakit adalah organisme-organisme yang dapat menginfeksi dan menyebabkan penyakit. Contoh agen penyebab penyakit yang dapat menjadi polutan di air adalah bakteri, virus, protozoa, dan cacing parasit.

  1. Limbah yang memerlukan oksigen

Limbah yang memerlukan oksigen terdiri atas berbagai limbah organik yang dapat diurai oleh bakteri aerob. Contoh jenis limbah ini adalah kotoran manusia dan hewan, sisa-sisa tumbuhan, dan limbah industri (misalnya industri pengolahan makanan, kertas, dan minyak).

  1. Bahan kimia organik

Bahan kimia organik merupakan senyawa kimia yang mengandung atom karbon. Contohnya: pestisida, deterjen, dan DDT.

  1. Bahan kimia anorganik

Polutan bahan ini adalah polutan yang mengandung unsur kimia selain karbon, misalnya berbagai senyawa asam, senyawa garam-garaman, dan logam berat. Contoh logam berat yang umum mencemari perairan adalah timbal (Pb), arsenic (As), dan merkuri (Hg).

  1. Nutrien tumbuhan

Nutrien tumbuhan merupakan senyawa-senyawa kimia yang dapat menstimulasi pertumbuhan tumbuhan dan ganggang (algae), contohnya: nitrat (NO3), fosfat (PO4), dan ammonium (NH4)

  1. Sedimen

Sedimen adalah berbagai partikel padat seperti partikel pasir, lempung, Lumpur, dan batuan di dasar perairan. Sediment dapat menjadi polutan air apabila jumlahnya berlebihan.

  1. Bahan radioaktif

Bahan radioaktif mengandung atom-atom dari senyawa isotop yang tidak stabil sehingga memancarkan radiasi secara spontan, contohnya radon, iodine dan uranium.

  1. Panas

Polusi yang disebabkan panas disebut polusi termal. Panas dapat menjadi polutan di air apabila berlebihan sehingga suhu perairan meningkat terlalu tinggi.

  1. Polusi tanah

Polusi tanah mencakup berbagai perubahan fisik dan kimia pada tanah yang memberi dampak negatif bagi kehidupan tumbuhan dan makhluk hidup lain yang hidup di tanah. Beberapa polutan/pencemar utama di tanah adalah sebagai berikut :

  1. Limbah padat (sampah)

Limbah padat meliputi bahan-bahan padatan buangan seperti kertas, plastik, kayu, metal, kaca, sisa makanan, karet, dan lainnya. Limbah/sampah ini meningkat jumlahnya setiap tahun dan seringkali menumpuk di lahan TPA

  1. Logam berat

Contoh logam berat yang dapat menjadi polutan di tanah adalah kadmium, timbal, kromium, tembaga, besi, dan nikel.

  1. Pestisida

Pestisida adalah senyawa yang digunakan untuk membunuh makhluk hidup yang dianggap mengganggu oleh manusia. Pestisida sangat berguna untuk membantu meningkatkan jumlah panen atau mengontrol populasi organisme penyebab penyakit, namun penggunaan secara berlebihan dapat berdampak negatif bagi makhluk hidup lain.

  1. Nitrogen, fosfat, dan garam mineral

Nitrogen, fosfat, dan garam mineral merupakan unsur-unsur yang sangat diperlukan tumbuhan untuk tumbuhan. Namun, jika keberadaannya di tanah berlebih, unsur-unsur tersebut dapat bersifat racun bagi tumbuhan.

Sumber-sumber polusi tanah

Sumber polutan utama di tanah adalah sebagian besar disebabkan oleh kegiatan pertanian. Kegiatan pertanian menggunakan sejumlah besar pupuk dan pestisida serta melakukan irigasi untuk meningkatkan jumlah panen di lahan pertaniannya.

  1. LIMBAH

Berdasarkan karakteristiknya, limbah dapat digolongkan menjadi 4 macam, yaitu :

  1. Limbah cair

Limbah cair bersumber dari pabrik yang biasanya banyak menggunakan air dalam sistem prosesnya. Limbah cair adalah sisa dari suatu hasil usaha atau kegiatan yang berwujud cair (PP 82 thn 2001). Jenis-jenis limbah cair dapat digolongkan berdasarkan pada :

  1. Sifat Fisika dan Sifat Agregat . Keasaman sebagai salah satu contoh sifat limbah dapat diukur dengan menggunakan metoda Titrimetrik
  2. Parameter Logam, contohnya Arsenik (As) dengan metoda SSA
  3. Anorganik non Metalik contohnya Amonia (NH3-N) dengan metoda Biru Indofenol
  4. Organik Agregat contohnya Biological Oxygen Demand (BOD)
  5. Mikroorganisme contohnya E Coli dengan metoda MPN
  6. Sifat Khusus contohnya Asam Borat (H3 BO3) dengan metoda Titrimetrik
  7. Air Laut contohnya Tembaga (Cu) dengan metoda SPR-IDA-SSA
  8. Limbah padat

Limbah padat adalah hasil buangan industri berupa padatan, lumpur, bubur yang berasal dari sisa proses pengolahan. Limbah ini dapat dikategorikan menjadi dua bagian, yaitu limbah padat yaitu dapat didaur ulang, seperti plastik, tekstil, potongan logam dan kedua limbah padat yang tidak punya nilai ekonomis. Bagi limbah padat yang tidak punya nilai ekonomis dapat ditangani dengan berbagai cara antara lain ditimbun pada suatu tempat, diolah kembali kemudian dibuang dan dibakar.

  1. Limbah gas dan partikel

Polusi udara adalah tercemarnya udara oleh berberapa partikulat zat (limbah) yang mengandung partikel (asap dan jelaga), hidrokarbon, sulfur dioksida, nitrogen oksida, ozon (asap kabut fotokimiawi), karbon monoksida dan timah. Udara adalah media pencemar untuk limbah gas.

Berdasarkan sumbernya limbah dikelompokkan menjadi 3 yaitu:

  1. Limbah Pabrik

Limbah ini bisa dikategorikan sebagai limbah yang berbahaya karena limbah ini mempunyai kadar gasyang beracun, pada umumnya limbah ini dibuang di sungai-sungai disekitar tempat tinggal masyarakat dan tidak jarang warga masyarakat mempergunakan sungai untuk kegiatan sehari-hari, misalnya MCK(Mandi, Cuci, Kakus) dan secara langsung gas yang dihasilkan oleh limbah pabrik tersebut dikonsumsi dan dipakai oleh masyarakat.

  1. Limbah Rumah Tangga

Limbah rumah tangga adalah limbah yang dihasilkan oleh kegiatan rumah tangga limbah ini bisa berupa sisa-sisa sayuran seperti wortel, kol, bayam, slada dan lain-lain bisa juga berupa kertas, kardus atau karton. Limbah ini juga memiliki daya racun tinggi jika berasal dari sisa obat dan aki.

  1. Limbah Industri

Limbah ini dihasilkan atau berasal dari hasil produksi oleh pabrik atau perusahaan tertentu. Limbah ini mengandung zat yang berbahaya diantaranya asam anorganik dan senyawa orgaik, zat-zat tersebut jika masuk ke perairan maka akan menimbulkan pencemaran yang dapat membahayakan makluk hidup pengguna air tersebut misalnya, ikan, bebek dan makluk hidup lainnya termasuk juga manusia.

DAMPAK POLUSI TERHADAP LINGKUNGAN

Dampak polusi terhadap kesehatan manusia dan lingkungan.

  1. DAMPAK POLUSI UDARA

Polusi udara dapat terjadi jika jumlah atau konsentrasi polutan (zat pencemar) di udara sudah melebihi baku mutu lingkungan. Udara yang telah tercemar oleh polutan tertentu dapat menyebabkan turunnya mutu udara di lingkungan tersebut. Tetapi udara yang tercemar juga dapat berdampak yang cukup luas seperti pemanasan global dan hujan asamPolusi udara yang menyebabkan gangguan kesehatan pada manusia dan lingkungan adalah :

  1. 1.      Gas Karbon monoksida (CO)

Dampak yang ditimbulkan adalah :

  1. Pusing/sakit kepala
  2. Rasa mual
  3. Pingsan (ketidak sadaran)
  4. Kerusakan jaringan otak
  5. Sesak nafas
  6. Kematian
  7. Gangguan pada kulit
  8. Gangguan penglihatan (efek jangka panjang)
  9. 2.      Gas sulfur oksida (SO), nitrogen oksida (NO) dan ozon (O3)

Dampak negatif adanya penigkatan konsentrasi gas SO, NO dan O3 adalah :

  1. Iritasi mata
  2. Radang saluran pernafasan
  3. Gangguan pernafasan kronis (bronkitis, emfisema dan asma)
  4. Gangguan pada tumbuhan hingga kematian tumbuhan
  5. 3.      Materi partikulat

Timbal yang masuk ke dalam tubuh dan sudah terakumulasi dalam kosentrasi tertentu dapat menyebabkan :

  1. menyerang berbagai sistem tubuh seperti sistem pencernaan dan sistem syaraf.
  2. Radang paru-paru sampai kanker paru-paru
  3. Gangguan jantung
  4. Gangguan ginjal
  5. Keterbelakangan mental pada anak-anak
  6. Gangguan kesehatan pada hewan
  7. 4.      Asap rokok

Dampak yang ditimbulkan adalah :

  1. Gangguan pernafasan
  2. Penyakit jantung
  3. Flek di paru-paru
  4. Kanker paru-paru
  5. 5.      Suara

Polusi suara terjadi jika amplitudo suara melebihi ambang batas yaitu 50 dB. Kekuatan suara yang lebih dari 50 dB sudah mulai bising hingga memekakkan telinga yang dapat menimbulkan :

  1. Gangguan organ pendengaran
  2. Kerusakan organ pendengaran
  3. Tuli
  4. Gangguan jantung
  5. Sakit kepala
  6. Stress secara psikologi
  7. 6.      Asbut (asap kabut)

Asap kabut atau disingkat asbut (smog adalah singkatan dari smoke (asap) dan fog (kabut)).

  1. 7.      Efek Rumah Kaca

Efek Rumah kaca merupakan proses atmosfer memanaskan sebuah planet. Efek rumah kaca bisa terjadi secara alami maupun oleh aktivitas manusia. Dampak dari pemanasan global adalah:

  1. Volume air laut bertambah mengakibatkan naiknya permukaan air laut.
  2. Permukaan air laut meningkat mengakibatkan banjir di daerah pantai.
  3. Dapat menenggelamkan pulau-pulau atau kota-kota di dekat pantai
  4. Meningkatkan penyebaran penyakit munlar.
  5. Curah hujan di daerah yang beiklim tropis meningkat.
  6. Tanah lebih cepat mengering walaupun sering terkena hujan, berdampak kekurangan air kematian tanaman.
  7. Sering terjadi angin besar atau badai di beberapa wilayah.
  8. Migrasi atau berpindahnya hewan ke daerah yang lebih dingin.
  9. Punahnya manusia hewan dan tumbuhan yang tidak mampu berpindah atau beradaptasi dengan suhu yang makin tinggi.
  10. meningkatnya intensitas fenomena cuaca yang ekstrim, serta perubahan jumlah dan pola presipitasi.
  11. 8.      Penipisan Lapisan Ozon (O3)

Ozon adalah salah satu gas yang membentuk atmosfer. Molekul oksigen (O2) yang kita gunakan untuk bernafas membentuk hampir 20% atmosfer. Pembentukan ozon (O3), molekul triatom oksigen jumlahnya sedikit  dalam atmosfer di mana kandungannya hanya 1/3.000.000 gas atmosfer. UV dikaitkan dengan pembentukan kanker kulit dan kerusakan genetik.

  1. DAMPAK POLUSI AIR

Air adalah komponen komponen abiotik yang sangat penting bagi lingkungan hidup yaitu bagi kesehatan manusi dan makhluk hidup lainnya. Sebagian besar zat pencemar dihasilkan oleh kegiatan manusia seperti industri, rumah tangga, pertanian, pertambangan dan lain-lain. Berikut beberapa dampak dari polusi air :

  1. 1.      Gangguan Kesehatan

Pencemaran air dapat menimbulkan berbagai penyakit menular dan tidak menular

  1. 2.      Penyakit menular

Penyakit menular sebagai akibat dari pencemaran dapat terjadi karena berbagai sebab antara lain:

  1. Air yang tercemar dapat menjadi media bagi perkembang biakan dan pesebaran mikroorganisme, termasuk mikroba patogen.
  2. Air yang telah tercemar tidak dapat lagi digunakan sebagai pembersih, sedangkan air bersih mungkin jumlahnya sudah tidak mencukupi lagi.
  3. Air yang tercemar limbah organik merupakan tempat yang subur untuk perkembang biakan mikroorganisme. Mikroorganisme patogen yang berkembang biak dalam air dapat menyebabkan timbulnya berbagai macam penyakit menular
  4. 3.      Penyakit tidak menular

Zat pencemar air yang menyebabkan penyakit adalah senyawa anorganik, seperti logam berat, dan ada senyawa organik yang mengandung unsur klorin (Cl) seperti DDT dan PCB yang bersifat beracun bagi makhluk hidup.

  1. 4.      Air Tidak Bermanfaat Sesuai Peruntukannya

Polutan di air menyebabkan penurunan mutu air hingga ke tingkat tertentu. Air yang mutunya turun mnyebabkan tidak dapat berfungsi sesuai peruntukannya. Jadi air tidak dapat digunakan menurut keperluannya. Contohnya adalah sebagai berikut:

  1. a.      Air tidak dapat lagi digunakan untuk keperluan rumah tangga
  2. b.      Air tidak dapat lagi digunakan untuk keperluan industri
  3. c.       Air tidak dapat lagi digunakan untuk keperluan pertanian dan perikanan
  4. d.      Menurunnya populasi berbagai biota air
  5. e.       Nutrien tumbuhan
  6. f.        Limbah yang membutuhkan oksigen
  7. g.      Minyak
  8. h.      Sedimen / endapan
  9. i.        Panas
  10. DAMPAK POLUSI TANAH

Tempat pembuangan sampah merupakan lahan yang penuh dengan timbunan berbagai jenis limbah, sehingga merupakan salah satu sumber utama polusi tanah. Meningkatnya perekonomian dan jumlah penduduk menyebabkan peningkatan jumlah limbah. Masalah polusi tanah juga terjadi di areal pertanian, industri dan pertambangan. Beberapa dampak polus tanah berdasarkan sumbernya, sebagai berikut :

  1. 1.      Tempat pembuangan

Tempat pembuangan limbah/sampah baik tempat pembuangan sementara maupun tempat pembuangan akhir (TPA) menimbulkan berbagai dampak polusi. Berbagai jenis limbah yang tertumpuk seperti limbah cair, padat, organik dan anorganik. Limbah padat yang sulit terurai akan bertumpuk selama bertahun-tahun memerlukan lahan yang luas.

Proses pembusukan limbah organik menimbulkan cairan lindi yang mengandung senyawa beracun dan menimbulkan gas metan (CH4). Cairan lindi dapat meracuni tanah dan gas metan adalah gas berbau tidak sedap yang dapt mangganggu kesehatan dan gas metan adalah termasuk gas rumah kaca.

  1. 2.      Lingkungan pertanian

Pencemaran tanah dilingkungan pertanian dan perkebunan selain oleh sisa-sisa tumbuhan dapat terjadi karena penggunaan pestisida kimia, pupuk dan irigasi. Pestisida dapat membunuh hama pengganggu dan dapat juga membunuh biota tanah yang bergunan bagi kesuburan tanah seperti cacing tanah dan mikroorganisme.

 

Teknologi Pengolahan Limbah

Teknologi pengolahan air limbah adalah kunci dalam memelihara kelestarian lingkungan. Apapun macam teknologi pengolahan air limbah domestik maupun industri yang dibangun harus dapat dioperasikan dan dipelihara oleh masyarakat setempat. Jadi teknologi pengolahan yang dipilih harus sesuai dengan kemampuan teknologi masyarakat yang bersangkutan. Berbagai teknik pengolahan air buangan untuk menyisihkan bahan polutannya telah dicoba dan dikembangkan selama ini.  Teknik-teknik pengolahan air buangan yang telah dikembangkan tersebut secara umum terbagi menjadi 3 metode pengolahan:

  1. Pengolahan secara fisika
  2. Pengolahan secara kimia
  3. Pengolahan secara biologi

Untuk suatu jenis air buangan tertentu, ketiga metode pengolahan tersebut dapat diaplikasikan secara sendiri-sendiri atau secara kombinasi. Beberapa cara pengolahan limbah, antara lain :

  1. Dengan cara didaur ulang
    Barang-barang yang dapat dijual antara lain kertas-kertas bekas, koran bekas, majalah bekas, botol bekas, ban bekas, radio tua, TV tua dan sepeda yang usang.
  2. Dengan cara pembakaran
    Cara ini adalah cara yang paling mudah untuk dilakukan karena tidak membutuhkan usaha keras. Kelebihan cara membakar ini adalah:
    1. Mudah dan tidak membutuhkan usaha keras
    2. Membutuhkan tempat atau lokasi yang cukup kecil
    3. Dapat digunakan sebagai sumber energi baik untuk pembangkit uap air panas, listrik dan pencairan logam
    4. Cara penangan limbah cair

Limbah cair merupakan air buangan yang merupakan sisa pengolahan suatu industri dan mengandung cemaran yang kompleks, dapat berasal dari proses produksi, pencucian alat,  sanitasi kamar mandi, dan lain-lain.

  1. Pengolahan Secara Kimia

            Pengolahan secara kimia ini diterapkan untuk menghilagkan komponen buangan dengan penambahan bahan kimia tertentu. Cara pengolahan limbah cair secara kimia yaitu  dengan cara menetralkan pH limbah hingga didapatkan pH netral ( pH 7 ).

  1. Pengolahan Secara Biologis

Pengolahan secara biologis ini memiliki tujuan untuk mengurangi bahan organik dalam air buangan sehingga nilai BODnya turun dengan cara mengoksidasi bahan organik oleh mikroorganisme. Cara pengolahan imbah cair secara biologis yaitu dengan cara Proses Anaerobik (Proses yang dilakukan oleh mikroorganisme anaerob yaitu lumpur tidak aktif/mati ). Proses anaerob ini berlangsung dalam 2 tahap yaitu :

  1.                                                                                 i.            Tahap 1 : HIDROLISA & FERMENTASI bahan organik kompleks menjadi asam-asam organik sederhana oleh mikroorganisme anaerob.
  2.                                                                               ii.            Tahap 2 : Asam-asam organik sederhana tersebut lalu diubah menjadi senyawa CH4 dan CO2 yang bersifat netral.
  3. Pengolahan limbah secara prinsip ada beberapa cara
    1. Disaring (filtrasi)

Filtrasi adalah pembersihan partikel padat dari suatu fluida dengan melewatkannya pada medium penyaringan, atau septum, yang di atasnya padatan akan terendapkan. Penyaring dapat beroperasi pada:

  • Tekanan di atas atmosfer pada bagian atas media penyaring.
  • Tekanan operasi pada bagian atas media penyaringan
  1. Dibakar (oksidasi)

Cara ini adalah cara yang paling mudah untuk dilakukan karena tidak membutuhkan usaha keras. Kelebihan sistem pembakaran ini yaitu :

  • Mudah dan tidak membutuhkan usaha keras
  • Membutuhkan tempat atau lokasi yang cukup kecil dibanding sanitary landfill.
  • Membutuhkan lahan yang relatif kecil 
  • Dapat dibangun di dekat lokasi industri.
  • Residu hasil pembakaran relatif stabil dan hampir semuanya bersifat anorganik.
  • Dapat digunakan sebagai sumber energi, baik untuk pembangkit uap, air panas, listrik, dan pencairan logam.
  1.  Dibusukkan (fermentasi)
  2.  Dihancurkan (atomizing)
  3. Dinetralkan (sterilisasi)

 

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s